Dukungan Pimpinan KPK: Turun Gunung di Praperadilan Novanto




Jakarta - Sudah 2 pimpinan KPK yang memantau langsung proses sidang gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Pimpinan KPK yang 'turun gunung' itu disebut sebagai upaya memberikan dukungan pada tim biro hukum.

"Paling utama adalah dukungan moril kepada kami, tim hukum bersama JPU dan juga penyelidik dan penyidik yang mengurus kasus yang cukup menguras energi dari KPK," kata Kabiro Hukum KPK Setiadi di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2017).


Dukungan Pimpinan KPK: Turun Gunung di Praperadilan NovantoKetua KPK Agus Rahardjo tampak mengenakan batik warna cokelat dan berbaur dengan pengunjung sidang lainnya (Foto: Yulida Medistiara-detikcom)

Setiadi juga menyebut hadirnya Ketua KPK Agus Rahardjo di sidang praperadilan Novanto membuktikan bila urusan itu tak mudah. "Ini menunjukkan bahwa berpekara di sidang praperadilan tidak mudah. Tidak segampang orang membalikan tangan. Perlu juga pengalaman dan pembelajaran bagi kita semua dan juga masyarakat," ucap Setiadi.

Pada hari ini, Agus datang ke PN Jaksel sekitar pukul 11.00 WIB. Dia tampak mengenakan batik warna cokelat dan duduk di kursi belakang di ruang sidang praperadilan Novanto. Dia berbaur dengan pengunjung sidang lainnya.


Sedangkan, pada Selasa (26/9) kemarin, pimpinan KPK lainnya, Saut Situmorang, juga memantau praperadilan Novanto. Saut mengaku sengaja datang untuk memberi dukungan kepada tim Biro Hukum KPK yang menghadapi sidang praperadilan.

"Pokoknya kita yakin menanglah," kata Saut.

Dukungan Pimpinan KPK: Turun Gunung di Praperadilan NovantoWakil Ketua KPK Saut Situmorang ketika memantau praperadilan yang diajukan Setya Novanto (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Novanto mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka di KPK berkaitan dengan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Novanto merasa penetapan tersangka atas dirinya tidak sah.

Dia pun mengajukan praperadilan agar hakim memutuskan penetapan tersangka padanya tidak sah. Namun KPK yakin bila apa yang dilakukan dengan penetapan tersangka Novanto sudah sesuai prosedur dan sah secara hukum.

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/tor)


Sumber : detik