PT KAI: Segera Cetak Tiket Lebaran Setelah Dapat Kode Booking




Jakarta - PT KAI mengimbau calon penumpang kereta api (KA) yang telah melakukan transaksi online segera mencetak struk (kode booking) menjadi tiket di mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM) yang tersedia di stasiun. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya antrean panjang untuk mencetak tiket.

"Di samping itu juga untuk menghindari memudarnya tinta kode booking hingga menyulitkan nantinya, kami sangat tidak menyarankan pencetakan tiket ketika bersamaan dengan keberangkatan karena nanti akan banyak masalah pada antrean waktu pencetakan di CTM," ujar Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Bambang S Prayitno melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (3/6/2016).

Langkah ini juga dimaksud untuk menghindari pembelian tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab, tiket tidak berlaku atau pemalsuan identitas (KTP) calon penumpang. Sebab hal-hal tersebut merupakan perbuatan melanggar hukum dan bisa dipidanakan.

"Setiap perjalanan KA, data penumpang yang berhak dan sah tercatat dalam data manifest kami," terangnya.

"Mesin ini (CTM) sudah kami sediakan di beberapa lokasi stasiun yang strategis. Jumlah saat ini ada 21 unit CTM yang berada di wilayah Daop 1 Jakarta, yakni Stasiun Gambir 8 unit, Pasar Senen 7 unit dan akan ditambah lagi 5 unit (dalam proses pengerjaan), Jakarta Kota 2 unit, Jatinegara 1 unit, Bekasi 2 unit serta Bogor 1 unit," kata Bambang.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar para calon penumpang tidak membawa barang bawaan secara berlebihan. Sesuai ketentuan yang berlaku, batas berat barang bawaan masing-masing penumpang maksimal adalah 20 Kg dengan dimensi 100 dm3.

Jika terjadi kelebihan bagasi, maka penumpang akan dikenakan tarif Rp 10 ribu untuk kelas eksekutif, Rp 6 ribu untuk kelas bisnis dan Rp 2 tibu untuk kelas ekonomi komersial (non subsidi) serta kelas ekonomi bersubsidi. Jika bagasi melebihi 40 Kg dengan dimensi 200 dm3 maka pihak KAI akan melarang dibawa dalam kereta.

"Disarankan menggunakan jasa ekspenditur," sambungnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan posko angkutan lebaran akan didirikan selama 22 hari terhitung mulai 26 Juni sampai dengan 17 Juli 2016. Jumlah keseluruhan kursi yang akan disediakan KAI per harinya mencapai 37.948 kursi.

"Rinciannya untuk 52 perjalanan KA Reguler dengan total seat 27.400 (kelas Eksekutif 8.600 kursi, Bisnis 3.520 kursi dan Ekonomi 15.280 kursi). KA tambahan 14 perjalanan KA dengan total seat per hari 7.766 seat (Eksekutif 2.550 kursi, Bisnis 128 kursi dan Ekonomi 5.088 kursi) dan KA Fakultatif 7 perjalanan yang berjalan pada hari tertentu dengan jumlah seat 2.782 kursi (Eksekutif 1.950 kursi, Bisnis 832 kursi)," tutup Bambang. 
(aws/hri)

Previous Next